YOGYAKARTA | BATUBARAPOS.com, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta berhasil menyelenggarakan program “Sekolah Politik dan Demokrasi”, bertempat di ruang Badan Anggaran DPRD DIY, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran politik khususnya kalangan anak – anak muda.
Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan atas menurunnya partisipasi politik pemuda di wilayah Yogyakarta. Menurutnya, sekolah politik ini bertujuan memberikan kesadaran bagi pemilih pemula dalam menghadapi berbagai momentum politik, mulai dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tingkat Kota maupun Kabupaten, hingga Pemilihan Presiden (Pilpres).
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram asal Maluku Utara tersebut mengatakan partisipasi warga negara dalam pemilu adalah hak yang wajib diakomodasi oleh para pemangku kebijakan.
“Kami menginisiasi ini sebagai bagian dari keterlibatan HMI Cabang Yogyakarta untuk mengajak teman-teman pemula menghadapi situasi pemilihan, baik di Kota maupun Kabupaten, maupun di Pilpres. Pilkada atau Pilpres merupakan bagian dari partisipasi warga negara yang harus diakomodir oleh pemangku kepentingan,” ujar Isra Boy disela – sela kegiatan.
Ia menyoroti fenomena ekspresi politik yang terkadang berujung pada tindakan anarkis seperti pelemparan batu, yang menurutnya sangat tidak mencerminkan nilai-nilai Yogyakarta sebagai kota damai.
Ia berharap melalui pendidikan politik ini, mahasiswa dapat memahami bahwa menjaga fasilitas publik dan kedamaian daerah adalah bagian dari tanggung jawab warga negara.
Tidak mungkin ada kebebasan yang baik tanpa ada tanggung jawab. Bagi saya, tanggung jawab sebagai warga negara itu sekaligus tanggung jawab untuk melindungi seluruh apa yang diberlakukan oleh pemerintah daerah terkait dengan fasilitas yang harus kita jaga bersama, terutama di DIY yang dikenal sebagai kota yang cinta akan kedamaian,” tegas Isra.
Kegiatan perdana ini diikuti oleh 49 peserta yang terdaftar, mayoritas berasal dari kader internal HMI, namun ada pula mahasiswa aktif dari berbagai universitas di Yogyakarta yang antusias belajar tentang sistem demokrasi.
Isra menjelaskan bahwa cakupan wilayah HMI Cabang Yogyakarta sendiri meliputi area Kota Yogyakarta dan beberapa wilayah kabupaten di sekitarnya, sementara wilayah Sleman bagian utara dikelola oleh HMI Cabang Bulaksumur.
Berdasarkan database organisasi, jumlah kader HMI Cabang Yogyakarta saat ini cukup fluktuatif, berada di kisaran 4.000 hingga 8.000 anggota yang dievaluasi setiap tahunnya.
Sekolah Politik dan Demokrasi ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten. Antara lain Ketua KPU Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryo Samodro, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, serta kehadiran Wakil Wali Kota Yogyakarta. Acara ini juga mendapatkan dukungan dari Ketua DPRD DIY, Nuryadi yang sekaligus membuka acara.
Politisi PDIP itu menyatakan komitmennya untuk mendukung sinergi antara lembaga legislatif dan organisasi kemahasiswaan demi memperkuat demokrasi. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk terlibat langsung dalam forum diskusi mahasiswa tersebut sepanjang tetap menjaga netralitas.
“Dari forum ini kita bisa berdiskusi bersama mengenai kondisi negara saat ini serta berbagai persoalan lainnya,” katanya.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini mencakup lima pokok bahasan utama seputar pendidikan politik bagi mahasiswa.
Kedepannya, HMI Cabang Yogyakarta berencana melanjutkan rangkaian edukasi ini dengan menyelenggarakan “Sekolah Kebijakan Publik” yang memiliki sasaran audiens lebih luas.
Penulis : Putri Dwi Kusuma

