BATUBARAPOS.com, MEDAN | Asrama Haji Medan mendadak berubah menjadi lautan kepanikan, Rabu siang (30/7/2025), saat api melalap Gedung Hotel Madinah Al Munawwaroh, bangunan megah lima lantai yang menjadi ikon utama kompleks tersebut. Langit kawasan Jalan AH Nasution, Kecamatan Medan Johor, mendadak gelap oleh kepulan asap pekat yang menjulang tinggi, mengguncang suasana sakral kompleks yang biasa digunakan untuk persiapan keberangkatan jamaah haji.

Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, gedung tengah digunakan oleh Balai Wilayah Sungai untuk kegiatan pelatihan. Tanpa aba-aba, asap tebal mulai merangsek dari lantai bawah, memicu kepanikan peserta yang langsung berhamburan keluar. Teriakan, tangis, dan suara kaca pecah bercampur menjadi satu — suasana kacau tak terhindarkan.
“Saat kami sedang presentasi, tiba-tiba ruangan mulai dipenuhi asap. Orang-orang langsung lari keluar, semua panik,” ujar salah satu peserta pelatihan dengan napas masih tersengal.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Muhammad Yunus, menyatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 12.04 WIB. “Tiga armada langsung kami kerahkan. Melihat besarnya api, kami tambah hingga tujuh unit. Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 12.54 WIB,” jelas Yunus. Dilansir dari Penanasional.id,.
Namun, amukan si jago merah sudah terlanjur menghanguskan sebagian besar struktur dari lantai satu hingga lantai lima. Tampak bagian tengah gedung berubah menjadi kerangka hitam, menyisakan puing-puing yang masih berasap. Proses pendinginan pun terus dilakukan untuk mencegah munculnya api susulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab pasti kebakaran. “Kami masih menyelidiki. Belum bisa dipastikan asal muasal api, apakah korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor lainnya,” tegas Yunus.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, bayang-bayang trauma membekas dalam ingatan mereka yang sempat terjebak di dalam. “Kalau sedikit lagi terlambat, mungkin kami tidak bisa keluar,” ungkap seorang korban nyaris menangis.
Pihak berwenang kini tengah menghitung kerugian dan menelusuri kemungkinan unsur kelalaian. Sementara itu, masyarakat dan tamu yang berada di sekitar Asrama Haji hanya bisa menyaksikan puing-puing sejarah dan pelayanan yang kini tinggal abu.
Kebakaran ini menjadi peringatan keras bahwa bahkan tempat-tempat yang dianggap paling aman pun, tak luput dari bencana bila pengawasan dan perawatan tidak maksimal. (Red)

