Sedekah Jumat Ala Effendy: Suap Proyek Jalan Disulap Jadi Amal

Date:

BATUBARAPOS.com, MEDAN | Suasana ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/10), mendadak tegang. Mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Effendy Pohan, dicecar pertanyaan tajam oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Awalnya, Effendy berulang kali menggeleng, menepis tudingan menerima uang dari Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut, Rasuli Efendi Siregar. Namun, suasana berubah ketika JPU Rudi Dwi Prastiono mengeluarkan bukti transfer. Jalan mengelak seketika tertutup.

Dengan nada lirih, Effendy akhirnya berucap pelan: “Ya, pernah Pak Jaksa. Uang itu untuk sedekah Jumat.” Dilansir waspada.id

Pengakuan itu sontak mengejutkan ruang sidang. Kalimat yang terdengar religius justru membuka tabir dugaan praktik suap yang melibatkan sejumlah pejabat dalam proyek pembangunan jalan Hutaimbaru–Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

JPU KPK menegaskan bahwa pemberian uang tersebut dilakukan berulang kali, bukan sekadar sekali. Mendengar keterangan itu, Hakim Ketua Khamozaro Waruwu langsung menegur Effendy agar berkata jujur.

“Saudara saksi di bawah sumpah. Jangan memberikan keterangan tidak benar. Nanti bisa diproses hukum jika memberi keterangan palsu,” tegas Hakim Khamozaro dengan suara lantang.

Selain Effendy, JPU KPK juga menghadirkan empat saksi lainnya: mantan Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yasir Ahmadi, Bendahara UPTD Gunung Tua Irma Wardani, Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugerah Panjaitan, serta ASN UPTD Gunung Tua Abdul Aziz Nasution.

Mereka memberikan kesaksian atas dua terdakwa yang tengah disidangkan, yakni Muhammad Akhirun Piliang alias Kirun, Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, serta Muhammad Rayhan Dulasmi, Direktur PT Rona Mora.

Sidang ini menjadi salah satu sorotan publik karena membuka tabir dugaan suap proyek jalan yang diduga melibatkan banyak pihak. Penggunaan istilah “sedekah Jumat” dalam pengakuan Effendy seakan memperlihatkan bagaimana praktik korupsi kerap dibungkus dengan kata-kata manis yang menyesatkan.

Sidang akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan. Publik masih menanti, seberapa dalam praktik suap proyek jalan di Paluta ini akan menyeret nama-nama besar lainnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kasus HIV di Batu Bara Naik, Indrapura Catat Angka Tertinggi

BATU BARA | BATUBARAPOS.com,  Peningkatan kasus HIV di Kabupaten...

Silaturahmi Kedaerahan 10 Provinsi Sumatra: Dari Yogyakarta, Mahasiswa Bangun Kekuatan untuk Indonesia

YOGYKARTA | BATUBARAPOS.com, Semangat kebersamaan mahasiswa daerah kembali menemukan...

Desak Keadilan, Komunitas Vespa: Jika Tak Direspons, Kami Turun ke Polres Batu Bara

BATU BARA | BATUBARAPOS.com, Ratusan anggota komunitas Vespa dari...

DPC GEKRAFS Batu Bara Resmi Dilantik, Siap Genjot Ekonomi Kreatif Daerah

MEDAN | BATUBARAPOS.com, - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan...