INALUM TANCAP GAS! Smelter Mempawah Dongkrak Produksi Aluminium RI Hingga 900 Ribu Ton

Date:

BATU BARA | BATUBARAPOS.com – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) semakin agresif memperkuat posisi Indonesia di industri aluminium global. Melalui proyek ambisius pembangunan Smelter 2 di Mempawah, perusahaan menargetkan lonjakan kapasitas produksi nasional hingga mencapai 900.000 ton per tahun.

Langkah besar ini menjadi bagian dari strategi menuju kemandirian industri logam nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor aluminium.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menegaskan bahwa proyek Smelter 2 Mempawah merupakan tonggak transformasi besar bagi perusahaan. Saat ini, kapasitas produksi Inalum berada di angka 275.000 ton per tahun, dan dengan tambahan smelter baru sebesar 600.000 ton, total kapasitas akan melonjak drastis.

“Ini bukan sekadar ekspansi, tetapi lompatan besar bagi Inalum untuk menjadi pemain global,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Proyek raksasa ini menelan investasi sekitar US$ 2,4 miliar atau setara Rp 41,11 triliun. Skema pendanaan terdiri dari 60% pinjaman dan 40% dari ekuitas internal perusahaan.

Tak hanya itu, proyek Smelter Mempawah juga telah resmi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), yang diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan di lapangan.

“Tahun ini adalah tahun eksekusi. Semua proyek kami sudah masuk PSN, jadi fokus kita sekarang adalah realisasi,” tambahnya.

Untuk memastikan operasional smelter berjalan optimal, Inalum juga menjalin sinergi strategis dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam penyediaan energi. Kerja sama ini mencakup penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan skema jangka panjang hingga 30 tahun guna menjamin pasokan listrik yang stabil dan efisien.

Keberadaan pasokan energi yang andal menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini, mengingat industri aluminium dikenal sangat bergantung pada konsumsi listrik dalam skala besar.

Melalui integrasi dari hulu hingga hilir, Inalum optimistis mampu meningkatkan daya saing aluminium nasional di pasar internasional. Transformasi ini diharapkan membawa Indonesia naik kelas, dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi negara industri logam yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

MAN Batubara Tembus Kancah Internasional, Jalin Kerja Sama Strategis dengan IIUM Malaysia

BATU BARA | BATUBARAPOS.com, Langkah besar kembali ditorehkan MAN...

Syawalan Nasional HMI MPO Yogyakarta Dorong Penguatan Gagasan dan Pembangunan Graha Ulul Albab

YOGYAKARTA |BATUBARAPOS.com, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Yogyakarta...

Laba Inalum Naik 15% di 2025, Siap Genjot Hilirisasi dan Ekspansi Besar di 2026

BATU BARA | BATUBARAPOS.com, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)...

Pastikan Kesiapan Tepat Sasaran, Bupati Baharuddin Tinjau Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

BATU BARA | BATUBARAPOS.com, - Guna memastikan kesiapan lokasi...