BATUBARAPOS.com, MEDAN – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Utara menggelar diskusi bersama jajaran Kodam I/Bukit Barisan (BB) terkait revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Kegiatan ini digelar dalam format Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Aktif Kolaborasi Mahasiswa dan TNI dalam Menjaga Stabilitas Kebijakan Pemerintah”, yang berlangsung di Universitas Dharmawangsa, Rabu (17/4/2025).
Diskusi ini menyoroti pasal-pasal krusial dalam UU TNI yang baru saja direvisi, seperti Pasal 7, Pasal 47, dan Pasal 53. Ketiga pasal tersebut berkaitan dengan tugas non-militer TNI, netralitas dalam jabatan sipil, serta sinergi antara peradilan militer dan peradilan umum.
Pangdam I/BB: TNI Terbuka terhadap Kritik dan Gagasan Mahasiswa
Pangdam I/BB, Mayjen TNI Rio Firdianto, dalam sambutannya menyatakan bahwa diskusi ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan kerja sama antara generasi muda dan TNI.
“TNI bukan institusi yang tertutup. Kami terbuka terhadap kritik dan gagasan dari generasi muda demi menjaga keutuhan NKRI,” ujar Mayjen Rio.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan, sementara TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara. Kolaborasi keduanya sangat penting di tengah tantangan bangsa, seperti penyebaran hoaks, radikalisme, dan disinformasi.
Asrendam dan Kapendam Tekankan Keterbukaan TNI
Asrendam I/BB, Kolonel Arh Bambang Sukisworo, menegaskan bahwa TNI sangat menghargai pandangan kritis dari mahasiswa.
“Pandangan kritis dari mahasiswa merupakan kontribusi penting dalam perumusan kebijakan pertahanan yang relevan,” katanya.
Sementara itu, Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Harahap, berharap forum seperti ini bisa menjadi ruang edukatif agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi isu-isu negatif.
Komitmen Bersama Jaga Kedaulatan NKRI
FGD ini diakhiri dengan komitmen bersama antara mahasiswa dan TNI untuk menjaga keutuhan NKRI melalui sinergi, dialog terbuka, dan kolaborasi berkelanjutan.
Acara ini diikuti oleh lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dan diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat ditiru di daerah lain.
(Wandi Yusuf Penulis – Editor Soleh Reni)

