BATUBARAPOS.com, BATU BARA | Warga Dusun IV Desa Pematang Kuing, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria muda yang diduga kuat melakukan aksi gantung diri di dapur rumahnya sendiri, Senin (19/5) siang. Korban diketahui bernama Riski Saputra (23), seorang petani yang tinggal bersama orang tuanya.

Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui oleh ibunda korban, Sumini (65), sepulang dari kerja sekitar pukul 15.00 WIB. Saat membuka pintu rumah dan menuju ke dapur, ia sontak terkejut melihat tubuh anak kandungnya tergantung tak bernyawa dengan seutas tali tambang berwarna hijau dan kuning yang terikat di balok kayu dapur.
Dengan panik, Sumini langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga pun berdatangan dan bersama-sama menurunkan jasad Riski. Beberapa saksi yang berada di lokasi, termasuk tetangga korban Ilham (37) dan Jumiatik (43), mengaku kaget dan tak menyangka korban akan melakukan tindakan nekat tersebut.
Kapolsek Indrapura, AKP Reynold Silalahi SH, bersama Kanit Reskrim dan Tim Inafis Satreskrim Polres Batu Bara langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Namun, petugas menemukan cairan sperma pada kemaluan korban, lidah tergigit, serta keluarnya kotoran – ciri-ciri yang umum ditemukan pada kasus gantung diri.
Barang bukti yang diamankan di lokasi antara lain seutas tali tambang dan sebuah kursi plastik yang diduga digunakan korban untuk mengeksekusi aksinya.
Dari keterangan pihak keluarga dan saksi, diduga korban mengalami tekanan mental karena konflik rumah tangga. Istri korban dikabarkan meninggalkan rumah setelah pertengkaran, sementara korban sendiri dalam kondisi tidak bekerja dan kerap meminta uang kepada orang tuanya.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan sepakat akan memakamkan korban esok hari,” ujar AKP Reynold Silalahi dalam keterangannya kepada wartawan.
Kasus ini menambah panjang daftar tragis kematian akibat tekanan mental. Polsek Indrapura mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anggota keluarga dan segera mencari bantuan profesional jika mengalami stres berkepanjangan. (Soleh Reni)

