BATUBARAPOS.com, BATU BARA | Jika di luar sana mahasiswa harus berpanas-panasan di jalan, berhadapan dengan pagar kawat berduri hingga gas air mata, maka cerita berbeda hadir di Kabupaten Batu Bara. Selasa (02/09/2025), mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan justru dipanggil masuk, duduk manis di kursi paripurna DPRD, bahkan disuguhi minuman sebelum menyampaikan 12 tuntutan strategis mereka.

Suasana rapat pun lebih mirip jamuan resmi ketimbang aksi protes. Minuman terhidang, senyum ditebar, lalu 12 tuntutan mahasiswa dibacakan. Anehnya, bukannya ditolak atau dipingpong seperti biasanya, para pimpinan DPRD justru langsung menyepakati dan menandatangani Fakta Integritasbersama enam pimpinan fraksi.
Ihsan, perwakilan mahasiswa, menegaskan bahwa ini adalah cara elegan menjaga kondusifitas.
“Ini adalah langkah yang konkret dan tepat untuk menjaga kondusifitas dan kedamaian di Kabupaten Batu Bara. Dengan adanya fakta integritas ini, tidak hanya aspirasi kami yang didengar, tetapi juga ada komitmen nyata dari para pimpinan legislatif untuk menindaklanjuti,” tegas Ihsan. Dilansir dari lensamedan.co.id
Namun, rakyat tentu berhak menilai. Apakah suguhan minuman itu tanda penghormatan, atau sekadar cara agar kritik mahasiswa lebih mudah ditelan? Sebab 12 tuntutan yang diajukan bukan perkara kecil: mulai dari desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, penolakan kenaikan PBB, hingga transparansi tunjangan DPR/DPRD.
“Penandatanganan fakta integritas ini menjadi simbol penting bahwa sinergi antara mahasiswa, pemuda, dan lembaga legislatif dapat diwujudkan demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat,” tutup Ihsan.
Kini bola panas ada di tangan DPRD. Mahasiswa sudah pulang dengan kepala tegak dan perut yang mungkin sedikit terisi, tapi publik masih bertanya: apakah Fakta Integritas itu kelak jadi bukti nyata, atau hanya setara dengan segelas minuman manis yang habis ditenggak begitu saja.Â

