Geger! Mayat Nelayan Ditemukan 9 Mil di Laut, Keluarga Histeris Saat Mengenali

Date:

BATUBARAPOS.com, BATU BARA– Warga Desa Lalang dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat mengambang di laut, sekitar 9 mil dari tepi pantai. Awalnya, mayat tersebut ditemukan oleh seorang nelayan asal Tanjung Tiram yang tengah menangkap ikan. Karena tidak dapat membawanya ke darat, nelayan itu memberi isyarat kepada kapal lain yang berada di kejauhan. Minggu (16/03/2025)

Atans Koling (50), seorang nelayan asal Simpang Galon, Desa Lalang, yang menerima sinyal tersebut, akhirnya mengevakuasi mayat ke daratan bersama rekannya. Mereka membawa jasad itu ke tempat parkiran nelayan di Sei Padang, Dusun sono, Desa Lalang, Kabupaten Batubara.

Ket Photo : Mayat Nelayan yang masih terbungkus terpal Plastik

“Kami hanya membawanya ke tepi. Sebelumnya ada nelayan dari Tanjung Tiram yang melambai meminta bantuan untuk membawa mayat itu ke darat. Kebetulan tangkahan kami di Sei Padang, jadi kami bawa ke sini dan memanggil kepala dusun,” ujar Koling.

Mayat pertama kali terlihat sekitar pukul 15.30 WIB, namun baru berhasil dievakuasi ke darat pada pukul 19.00 WIB.

Tangis Pecah, Identitas Korban Terungkap

Saat warga berkerumun di lokasi, suasana tiba-tiba berubah haru. Seorang pria bernama Ijul mendadak histeris setelah mengenali korban sebagai abang kandungnya, Muhammad Yusuf.

“Ini abang saya! Saya yakin ini saudara saya. Dia memang pergi melaut sekitar tiga hari lalu dan belum kembali,” ucap Ijul dengan suara bergetar.

Tanpa menunggu lama, keluarga segera membawa jenazah menggunakan ambulans Masjid Al-Hikmah ke rumah orang tua korban di Desa Pematang Cengkring, Kecamatan Medang Deras, Dusun Antara. Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB.

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Hormati Keputusan

Tak lama setelah jenazah tiba di darat, tim investigasi dari kepolisian, tim Inafis, serta petugas Puskesmas, yang dipimpin oleh Kapolsek Medang Deras, Fahmi, langsung melakukan pemeriksaan awal. Namun, pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi atau pemeriksaan lebih lanjut.

Mereka menyatakan menerima kepergian Muhammad Yusuf sebagai musibah dan memilih untuk segera memakamkannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian korban, apakah karena kecelakaan di laut atau faktor lainnya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut, terutama di perairan yang cukup jauh dari daratan.

Penulis : Shole Reni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

LAM Batu Bara Resmi Dikukuhkan, Wamen Agama RI dan Bupati Dorong Pelestarian Adat Melayu

BATU BARA | BATUBARAPOS, Bupati Batu Bara H. Baharuddin...

Kolaborasi INALUM dan PJT I untuk Konservasi Air, Hutan, dan Masa Depan Danau Toba

TOBA | BATUBATAPOS, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus...

KABAMSU Kembali Hadir Menyalurkan Bantuan ke Daerah Terdampak Bencana di Sumut

TAPANULI SELATAN | BATUBARAPOS,  Keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara...

Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara Hadiri Gerakan Penanaman Pohon di Tarutung

TARUTUNG | BATUBARAPOS, - Bupati Batu Bara H. Baharuddin...