YOGYAKARTA | BATUBARAPOS, Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Utara Yogyakarta bersama para Ketua Umum Organisasi Daerah (Orda) kabupaten/kota lingkup IKPM SUMUT Yogyakarta menggelar pernyataan sikap atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung di salah satu kafe di Yogyakarta dan dihadiri oleh mahasiswa perantauan dari berbagai daerah Sumut.
Dalam forum tersebut, para pimpinan Orda menyampaikan keprihatinan mendalam, solidaritas, serta seruan moral terkait buruknya penanganan bencana yang dinilai masih jauh dari kata maksimal. Para ketua umum yang hadir antara lain:
• Ketua Umum IMAPALUTA YK
• Ketua Umum HIMTI YK
• Ketua Umum IKPM PALAS YK
• Ketua Umum IKPM MADINA YK
• Ketua Umum SINGALUR LAU YK
• Ketua Umum Mahasiswa Tapanuli Tengah Yogyakarta
Ketua Umum IKPM SUMUT Yogyakarta, Aulia Hamdi Dwi Syahroni, menyampaikan bahwa pernyataan sikap ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat di kampung halaman yang masih berjuang menghadapi dampak bencana.
“Pernyataan sikap ini adalah bukti keprihatinan dan solidaritas kami untuk saudara-saudara di Sumatera Utara. Penanganan bencana harus segera dipercepat karena sampai saat ini masih banyak korban yang belum tertolong akibat lambatnya respons awal. Ini soal kemanusiaan, dan negara harus hadir secara nyata,” tegas Aulia.
Dalam konferensi pers tersebut, para mahasiswa menyampaikan lima poin pernyataan sikap:
- Mendesak Pemerintah Pusat menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara sebagai Bencana Nasional.
- Menuntut pemerintah mempercepat distribusi logistik, bantuan darurat, dan akses evakuasi.
- Mengkritisi lemahnya respons awal penanganan bencana, baik oleh pemerintah daerah maupun pusat.
- Mendesak legislator DPR RI dan DPD RI dari Dapil Sumut untuk turun langsung ke lokasi bencana dan berperan aktif dalam proses pemulihan.
- Mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, dan diaspora Sumut untuk bersatu membantu korban terdampak.
Pernyataan sikap ini menjadi simbol kuat bahwa mahasiswa Sumatera Utara di Yogyakarta tidak hanya berfokus pada dunia akademik, tetapi juga memiliki komitmen moral untuk bersuara bagi kemanusiaan. Para mahasiswa berharap seruan ini mampu mengetuk kesadaran pemerintah dan para wakil rakyat agar bergerak lebih cepat, responsif, dan serius dalam menangani bencana yang telah menelan korban jiwa, merusak infrastruktur, serta mengganggu kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Sumut.
Penulis : Putri Dwi Kusuma

