BATUBARAPOS.com, BATU BARA |Proyek pembangunan Gerbang dan Jalan Masuk Kawasan Industri Pelindo Kuala Tanjung kembali jadi bahan perbincangan. Bukan karena progresnya yang luar biasa, melainkan dugaan serius: PT Swakarsa Tunggal Mandiri (STM), selaku pelaksana proyek, disebut-sebut menggunakan bahan bakar non-industri untuk menggerakkan alat berat mereka.

Isu panas ini pertama kali menyeruak dari warga Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, yang mengaku melihat aktivitas proyek berjalan dengan bahan bakar yang diduga tidak sesuai aturan. “Kalau benar pakai solar subsidi, itu jelas pelanggaran,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Redaksi Batubara Pos tidak tinggal diam. Kami sudah melayangkan surat konfirmasi resmi Nomor: 010/pk/bbp/VII/2025, tertanggal 16 Juli 2025, kepada pihak perusahaan. Namun hingga berita ini dipublikasikan, sunyi senyap—tak ada satu pun jawaban dari PT STM. Apakah mereka memilih bungkam atau sedang menyiapkan klarifikasi? Publik menunggu!
Sementara itu, pihak Polres Batubara melalui Unit Tipidter Satreskrim membenarkan bahwa mereka telah menerima informasi mengenai dugaan ini.
“Benar, kami sudah tahu. Kalau nanti terbukti ada penyalahgunaan bahan bakar, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kanit Tipidter Polres Batubara, Alif, kepada Batubara Pos. (16/07/2025)
Polisi juga memastikan akan segera turun ke lapangan untuk investigasi mendalam. Jika dugaan ini benar, PT STM bisa berhadapan dengan jeratan hukum berat, mengingat proyek ini berada di kawasan industri strategis yang wajib patuh terhadap regulasi.
Kenapa ini penting?
Karena penggunaan bahan bakar non-industri di proyek skala besar bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi juga indikasi penyalahgunaan subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil, bukan perusahaan besar.
Masyarakat kini berharap transparansi, legalitas, dan kepatuhan hukum tidak hanya jadi jargon di papan proyek. PT STM harus buka suara agar tidak menimbulkan kesan negatif di mata publik.
Batubara Pos akan terus memantau kasus ini hingga tuntas. Jangan kemana-mana, karena drama proyek ratusan miliar ini baru dimulai. (Soleh Reni)

