BATUBARAPOS.com, YOGYAKARTA | Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Mandailing Natal (IKPM MADINA) Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap tegas terhadap stagnasi organisasi induk mereka, IKPM Sumatera Utara. Â Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (4/7), mereka mendesak segera diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) demi menyelamatkan arah dan masa depan organisasi mahasiswa tersebut.

Dalam pernyataannya, IKPM MADINA menilai bahwa kepengurusan IKPM Sumut saat ini bersifat pasif, tidak transparan, dan tidak memiliki program kerja yang jelas. Hal ini dinilai telah menghambat kemajuan organisasi secara signifikan.
“Kami menyadari bahwa selama satu periode terakhir, IKPM Sumatera Utara berada dalam keadaan stagnan dan tidak menunjukkan perkembangan berarti. Kondisi ini harus segera diperbaiki agar organisasi kembali berjalan secara dinamis dan efektif,” tulis IKPM MADINA dalam pernyataan sikapnya.
Lebih lanjut, mereka mendesak agar segera dilaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) sebagai forum tertinggi organisasi. Tujuannya, untuk mengevaluasi kondisi organisasi secara menyeluruh, memperbarui struktur kepengurusan, dan menyusun ulang strategi serta program kerja yang lebih konkret dan realistis.
IKPM MADINA juga menyinggung bahwa masa periodesasi kepengurusan sudah seharusnya berakhir, mengacu pada pelaksanaan kongres sebelumnya yang digelar pada 8 Juni 2024.
“Jika situasi ini dibiarkan terus-menerus tanpa solusi, maka akan berdampak buruk terhadap eksistensi dan arah perjuangan IKPM Sumatera Utara sebagai wadah perjuangan mahasiswa asal Sumut di Daerah Istimewa Yogyakarta,”tambah mereka.
Daffa Amanta, selaku Formatur Ketua Umum IKPM MADINA Yogyakarta, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kepengurusan IKPM Sumut saat ini.
“Saya kecewa. Tidak ada transparansi, tidak ada keterbukaan, dan arah organisasi tidak jelas. Semua seolah hanya untuk kepentingan sepihak saja. Kalau seperti ini terus, bagaimana IKPM Sumut mau maju?” tegas Daffa.
IKPM MADINA menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sikap mereka ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap keberlangsungan organisasi, agar tetap relevan dan bermanfaat bagi mahasiswa Sumatera Utara di Yogyakarta. (Red)

