DAIRI | BATUBARAPOS, Kerusakan hutan di Parbuluan, Kabupaten Dairi, kembali menjadi sorotan setelah Anggota DPR RI Bane Raja Manalu mengunggah serangkaian foto penebangan hutan besar-besaran melalui akun sosial medianya, Jumat (28/11/2025) sekitar 5 jam yang lalu.

Dalam foto-foto tersebut terlihat jelas kondisi hutan yang digunduli. Kayu gelondongan berserakan, bukit yang sebelumnya hijau kini tampak botak, dan jejak aktivitas alat berat terlihat di berbagai titik. Unggahan itu langsung memantik keprihatinan publik.
Bane dalam unggahannya menulis tegas, tanpa basa-basi.
“Saya tidak perlu menulis panjang. Foto-foto ini sudah bicara. Parbuluan Dairi hari ini adalah alarm keras. Mau tunggu daerah lain menyusul rusak dulu baru kita ribut?”

Ia menegaskan bahwa kondisi lapangan menunjukkan bahwa istilah “Tobat Ekologis” bukan lagi jargon seminar atau slogan tanpa makna.

“Dengan apa yang terlihat di lapangan, Tobat Ekologis bukan seruan kosong. Masih mau diam?”tambahnya.
Bane Raja Manalu mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan semua pemangku kepentingan untuk bergerak cepat menelusuri praktik pembalakan liar yang diduga terjadi. Ia juga meminta agar pemerintah serius memperkuat pengawasan lingkungan guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
Menurutnya, kerusakan hutan seperti ini tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga keselamatan masyarakat di masa depan — mulai dari risiko banjir, longsor, hingga hilangnya sumber air.
Ia menekankan bahwa kerusakan Parbuluan harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak, mengingat kasus serupa sudah lebih dulu terjadi di Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng).
“Hutan Parbuluan sedang menjerit. Kita mau dengar atau pura-pura tidak tahu?” tegas Bane.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah Kabupaten Dairi terkait aktivitas pembalakan yang menjadi sorotan tersebut. (Red)

