PALEMBANG | BATUBARAPOS,- Rasa haru dan syukur menyelimuti rombongan mudik gratis Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setibanya di Griya Agung Palembang Selasa 17 Maret 2026. Program Mudik Gratis Antarprovinsi Yogyakarta–Sumatera Selatan yang dilanjutkan dengan layanan AKDP (Antar Kabupaten/Kota Dalam Provinsi) ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat perantauan.

Sebanyak kurang lebih 100 peserta, bersama panitia, yang terbagi dalam armada bus dan kereta api (KAI), berhasil tiba dengan selamat. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., serta Kepala Dinas Perhubungan, Musni Wijaya, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah terhadap mahasiswa di perantauan.
Ketua Umum IKPM Sumatera Selatan–DIY, Thomas Antoni, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perjalanan sekaligus apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Namun, di balik keberhasilan tersebut, ia juga menyoroti masih terbatasnya kuota yang tersedia.
“Program ini sangat dirasakan manfaatnya. Namun, masih banyak teman-teman yang belum terakomodasi. Harapan kami ke depan, kuota mudik gratis ini dapat ditambah agar lebih banyak mahasiswa Sumatera Selatan di perantauan yang bisa pulang dan merasakan kebersamaan dengan keluarga,” ujarnya.
Bagi IKPM Sumsel–DIY, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan perjalanan nilai. Di dalamnya terdapat rindu yang terobati, silaturahmi yang kembali terjalin, serta identitas yang diteguhkan. Tradisi mudik yang mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun seseorang merantau, kampung halaman tetap menjadi tempat kembali.
Lebih dari itu, mudik juga dimaknai sebagai momentum kembali pada fitrah setelah menjalani ibadah Ramadhan. Dalam konteks mahasiswa, semangat ini menjadi titik balik untuk membangun energi baru dan memperkuat komitmen dalam berkontribusi bagi masyarakat, organisasi, dan almamater.
Thomas Antoni juga menegaskan bahwa para peserta mudik bukan sekadar penumpang perjalanan, melainkan bagian dari estafet kepemimpinan IKPM Sumatera Selatan–DIY di masa depan. Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan, membawa nilai kebersamaan, serta menjaga nama baik Sumatera Selatan di perantauan.
Sebagai penutup, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas fasilitasi program ini serta apresiasi atas dukungan nyata yang telah diberikan.
“Semoga perjalanan mudik ini membawa keberkahan bagi semua. Semoga seluruh peserta tiba dengan selamat dan kembali dengan semangat baru untuk terus berkontribusi bagi Sumatera Selatan,” tutupnya.
Program ini bukan hanya tentang pulang, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah dan mahasiswa saling hadir, saling mendukung, serta bersama-sama membangun harapan. Karena sejatinya, masa depan daerah tidak hanya ditentukan di ruang-ruang kebijakan, tetapi juga dari langkah-langkah kecil mahasiswa yang hari ini pulang untuk esok kembali dan mengabdi.
Penulis : Putri Dwi Kusuma

