BATUBARAPOS.com, YOGYAKARTA | Ikatan Mahasiswa Padang Lawas Utara (IMAPALUTA) Yogyakarta secara resmi menyatakan sikap tegas terhadap kondisi internal Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumut Yogyakarta. Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis, 3 Juli 2025, IMAPALUTA menilai bahwa dinamika yang terjadi di tubuh IKPM Sumut tidak mencerminkan prinsip musyawarah dan nilai-nilai kebersamaan antar organisasi daerah.

Sebagai organisasi daerah yang tergabung dalam IKPM Sumut Yogyakarta, IMAPALUTA menyampaikan empat poin sikap resmi sebagai berikut:
- Mendesak agar segera dilaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menyelamatkan organisasi dari stagnasi kepemimpinan.
- Menilai bahwa IKPM Sumut gagal menjalankan tugas organisasi selama satu periode penuh, sehingga dibutuhkan evaluasi total.
- Menolak pengangkatan Penjabat (PJ) IKPM Sumut, karena berdasarkan hasil Kongres sebelumnya pada 8 Juni 2024, seharusnya kongres dilaksanakan kembali pada awal Juni 2025.
- Menolak seluruh kebijakan PJ IKPM Sumut yang diambil secara sepihak dan hanya menguntungkan segelintir pihak.
Ketua Umum IMAPALUTA Yogyakarta, Gembira Aman Harahap, menyatakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan IKPM Sumut yang dinilai tidak transparan dan tidak menunjukkan itikad baik dalam menjalankan roda organisasi.
“Kami sangat kecewa. Tidak ada transparansi, keterbukaan, dan kejelasan arah organisasi. Ini bukan lagi rumah bersama,” ujar Gembira.
Pernyataan sikap ini dibuat sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan organisasi dan sebagai dorongan untuk menciptakan perubahan yang lebih konstruktif dan bermanfaat bagi seluruh elemen mahasiswa Sumatera Utara di Yogyakarta. (Red)

