BATUBARAPOS.com, BATU BARA | Perselingkuhan seorang pejabat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batu Bara kini menjadi isu panas di media sosial. Namun bukan hanya soal moral sang pejabat yang menjadi sorotan—komentar warganet justru lebih banyak menyoroti pengurusan administrasi kependudukan yang selama ini dianggap rumit dan “berbiaya.”
Sejak kabar itu mencuat, kolom komentar di berbagai platform dipenuhi lontaran kekecewaan masyarakat soal pengurusan KTP, KK, hingga akta yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak yang curiga, jika ada pungutan liar yang selama ini dikeluhkan warga, jangan-jangan mengalir ke kantong oknum tertentu.
Beberapa komentar warganet yang ramai dibagikan:
“Tu makanya ngurus surat di Capil suka mahal, ternyata uangnya untuk orang itu,” tulis akun Wildansyah.
“Bukan heran, banyak yang ngurus KTP lama kali siap. Rupanya pejabatnya sibuk urus yang lain,”tulis akun @SuaraRakyatBatuBara.
“Kalau KTP gratis ya harusnya bener-bener gratis. Jangan ada alasan-alasan. Sekarang ketahuan juga ulah siapa,” sambung akun Thorieq Al Abdu.
“Kadang kita disuruh bayar ini itu biar cepat, rupanya duitnya lari entah ke mana,” komentar Rizky Andalas.
“Kalau KTP gratis ya harusnya bener-bener gratis. Jangan ada alasan-alasan. Sekarang ketahuan juga ulah siapa,” sambung akun Thorieq Al Abdu.
“Kadang kita disuruh bayar ini itu biar cepat, rupanya duitnya lari entah ke mana,” komentar Rizky Andalas.
Sentimen publik jelas mengarah pada buruknya pengalaman layanan yang mereka rasakan selama ini. Banyak warga yang mengaku pernah dimintai biaya oleh oknum tertentu, baik secara terang-terangan maupun terselubung.
Kepala Disdukcapil Bantah Keras: Semua Layanan Gratis
Di tengah gempuran komentar warganet, Kepala Disdukcapil Batu Bara, Khaidir Lubis, segera memberi klarifikasi. Ia membantah keras tuduhan adanya pungutan liar dan menegaskan bahwa seluruh layanan administrasi tetap gratis sesuai peraturan.
“Semua administrasi di Disdukcapil Batu Bara tidak ada biaya apa pun. Pengurusan KTP, KK, akta kelahiran, semuanya gratis. Bila ada oknum yang meminta uang, segera laporkan,” tegas Khaidir, Rabu malam (19/11/2025).
Khaidir juga meminta masyarakat tidak mengaitkan kasus pribadi oknum dengan pelayanan institusi secara keseluruhan.
Publik Masih Kecewa, Menunggu Tindakan Nyata
Meski klarifikasi sudah diberikan, banyak warganet tetap mendesak agar dugaan pungutan liar diusut tuntas. Sebagian lagi berharap kejadian ini menjadi pintu masuk perbaikan menyeluruh terhadap pelayanan Disdukcapil yang selama ini dinilai lamban dan tidak transparan.
Kasus ini masih berkembang, dan komentar netizen terus bermunculan setiap jam. BATUBARAPOS akan terus memantau dan memberitakannya. (Red)

