BATUBARAPOS.com, BATU BARA | Usai menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Batubara, Rabu (03/09/2025). Mahasiswa memilih menutup kegiatan dengan cara yang sejuk. Mereka duduk bersila bersama anggota DPRD di halaman kantor, bahkan sempat makan nasi bungkus bersama.

Aktivis Kabupaten Batubara, M Rizki Akbar Ambiya, menilai langkah itu sebagai sesuatu yang etis dari sisi kemanusiaan.
“Demonstrasi adalah hak mahasiswa. Namun setelah menyampaikan aspirasi, duduk bersama pejabat sambil makan bukanlah hal yang salah. Justru itu menunjukkan cara yang beradab dalam memperjuangkan aspirasi,” jelas Rizki. Dalam keterangan tertulisnya (03/09/2025)
Ia menegaskan, kebersamaan tersebut tidak mengurangi makna perjuangan mahasiswa. Sebaliknya, itu menjadi tanda bahwa perjuangan bisa dibangun lewat komunikasi damai.
“Mahasiswa dan DPRD sama-sama manusia. Kita hanya berbeda peran. Duduk bersama di halaman adalah simbol bahwa kritik dan silaturahmi bisa berjalan beriringan,” tambahnya.
Meski begitu, Rizki mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga jarak kritis.
“Momen kebersamaan jangan sampai menimbulkan kesan perjuangan selesai. Aspirasi tetap harus dikawal sampai tuntas,” pungkasnya.
Di isi lain, mahasiswa juga mengingatkan DPRD Batubara awalnya sama sama duduk dilantai, “dan saat duduk di kursi jangan lupa kita pernah duduk dan makan di tikar, kalian minta suara rakyat,”.
Artinya, ingat prinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan Untuk rakyat, jadi meski saat ini duduk disana, jangan lupa berasal dari bawah, pernah mengais dari bawah, dan berjuang dari bawah, dan jangan lupakan amanah,”tandas Riski (Red)

