BATUBARAPOS.com, BATU BARA | Usulan menjadikan Desa Kuala Tanjung sebagai Koperasi Merah Putih (KMP) percontohan nasional terus menguat. Kali ini, suara lantang datang dari Pemuda Pemudi Industri Kuala Tanjung (PPIKT) yang menilai desa tersebut layak jadi model pengembangan koperasi berbasis masyarakat industri.
Ketua PPIKT, Yogi Fauzi, menyatakan Kuala Tanjung memiliki infrastruktur bisnis yang berkembang pesat dan semangat kewirausahaan lokal yang tinggi. Ia menyebut penetapan desa ini sebagai KMP adalah langkah strategis dan visioner untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kuala Tanjung adalah sentral bisnis dan kawasan industri terbesar di Sumatera Utara. Waktu kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Pelindo, masyarakat antusias memperkenalkan produk UMKM dan kuliner khas Batubara kepada turis. Ini bukti nyata geliat wirausaha desa ini,” ujar Yogi, Minggu (15/06/2025).
KMP: Mesin Ekonomi Baru di Tingkat Desa
Program Koperasi Merah Putih adalah inisiatif nasional yang menyuntikkan dana Rp3 hingga Rp5 miliar per desakepada koperasi terpilih. Dana ini difokuskan untuk mengembangkan UMKM, koperasi produktif, kelompok tani, hingga peternak, agar mampu bersaing di tengah pesatnya kawasan industri.
Di Kabupaten Batubara, koperasi percontohan pun telah disiapkan dengan pengelolaan yang transparan dan profesional. Kuala Tanjung dinilai sebagai desa yang siap dari segi kapasitas sosial maupun ekonomi.
“Kesadaran wirausaha warga tinggi, pertumbuhan ekonomi lokal menggeliat, dan secara sosiologis Kuala Tanjung punya fondasi kuat. Ini desa yang cocok untuk proyek percontohan nasional,” tambah Yogi.
Kuala Tanjung: Bukan Sekadar Desa Biasa
Menurut pemerhati ekonomi kawasan industri, Naharuddin Budi, penetapan Kuala Tanjung sebagai desa KMP percontohan akan membawa multiplier effect luar biasa.
“Bayangkan, jika dana Rp5 miliar dikelola koperasi secara profesional, perputaran ekonomi lokal meningkat tajam. Lapangan kerja bertambah, koperasi modern tumbuh, dan UMKM punya peluang ekspor lewat pelabuhan internasional,” jelas Budi.

Ia menegaskan, kemitraan koperasi lokal dengan kawasan industri Kuala Tanjung akan mempercepat ekonomi mikro dan menengah. Apalagi, Kuala Tanjung merupakan desa strategis dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah lama bersinergi dengan pemerintah pusat.
“Inilah desa yang siap. Dari segi ekonomi, sosial, dan pemetaan, Kuala Tanjung memenuhi semua indikator desa percontohan,” tegas Budi.
Potensi Besar: Kuliner, UMKM, Hingga Swasembada Pangan
Tak hanya kuat di industri, Kuala Tanjung juga dikenal sebagai surga kuliner seafood dan makanan kekinian. UMKM di bidang makanan khas daerah terus tumbuh dan menarik minat wisatawan kuliner yang datang ke Batubara. Bahkan, potensi pertanian desa ini juga diyakini mampu berkontribusi pada program nasional swasembada pangan.

“Kuala Tanjung punya semuanya: pelabuhan internasional, geliat UMKM, hingga kekuatan pertanian. Dana KMP akan sangat membantu meningkatkan daya saing usaha lokal,” tambah Budi.
Harapan Kepada Pemerintah Pusat
PPIKT mendesak Pemerintah Kabupaten Batubara bersama Pemprov Sumut untuk segera mengusulkan Kuala Tanjung sebagai desa KMP kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI. Mereka menilai, ini bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan nyata untuk masa depan ekonomi Batubara.
“Kami berharap pusat segera merespons. Kuala Tanjung siap jadi model nasional pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi,” tutup Yogi.
Jika terealisasi, Kuala Tanjung bukan hanya akan menjadi desa percontohan, tapi juga simbol kebangkitan ekonomi Batubara melalui koperasi dan semangat wirausaha rakyat. (Red)

