BATUBARAPOS.com, BATUBARA- Warga Kampung Durian, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, dibuat geger oleh isu maraknya aksi begal yang beredar luas di media sosial. Ketakutan merayap di tengah masyarakat, apalagi disebut-sebut kejadian ini bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.
Menanggapi keresahan yang terus membesar, Plt Kapolsek Medang Deras, IPTU Ahmad Fahmi, S.H., akhirnya buka suara. Dalam pernyataannya kepada Batubara Pos via pesan WhatsApp pada Sabtu (19/04/2025), ia menegaskan bahwa hingga kini, belum ada laporan resmi dari korban terkait aksi kejahatan tersebut.
“Hingga saat ini Polsek Medang Deras belum menerima laporan pengaduan dari korban,” tegas IPTU Fahmi.
Pernyataan ini sontak memunculkan pertanyaan: Apakah warga harus menjadi korban terlebih dahulu baru tindakan tegas diambil?
Meski begitu, IPTU Fahmi memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Patroli rutin sebagai bentuk upaya pencegahan sudah dijalankan sejak lama, bahkan sebelum isu ini mencuat ke publik. Patroli dilakukan baik oleh jajaran Polsek Medang Deras maupun dari Polres Batubara.
“Langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu patroli rutin menggunakan mobil maupun sepeda motor, baik dari Polsek Medang Deras maupun dari Polres Batubara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut patroli akan terus diperkuat, khususnya di titik-titik rawan seperti kawasan Simpang Durian.
“Kegiatan patroli rutin tetap akan dilakukan oleh Unit Samapta bersama Unit Reskrim dan Intelijen Polsek Medang Deras, serta jajaran Polres Batubara,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap selalu waspada dan tidak memberi kesempatan kepada orang lain sehingga tidak ada niat untuk melakukan kejahatan. Serta, hindari atau kurangi keluar malam jika tidak ada kegiatan yang perlu atau penting,” tutup IPTU Ahmad Fahmi.
Isu ini bermula dari unggahan viral seorang warga yang mengklaim terjadi aksi begal di sekitar kawasan Kampung Durian, Kamis (17/04/2025) sore. Unggahan tersebut dibagikan ratusan kali dan memantik gelombang keresahan warga, terutama karena kejadian serupa dikabarkan pernah terjadi sebelumnya di tempat yang sama.
Batubara Pos akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini. Karena rasa aman bukan sekadar kata-kata di spanduk kampanye—ini soal nyawa, dan soal siapa yang peduli sebelum terlambat. (Red)

