BATU BARA | BATUBARAPOS, Tokoh masyarakat Melayu Kabupaten Batu Bara, Dato’ Mohd Zaki Bin Ahmad, kembali menegaskan pentingnya memperkokoh persatuan di kalangan seluruh wangsa Melayu. Dalam pernyataan terbarunya, beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merapatkan barisan dan meninggalkan segala bentuk ego yang dapat memicu konflik internal.
Menurut Dato’ Mohd Zaki, persatuan bukanlah sekadar slogan seremoni semata, melainkan nilai fundamental yang menentukan eksistensi masyarakat Melayu. Ia menilai bahwa kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi warga Melayu sangat bergantung pada sejauh mana ikatan kebersamaan tersebut dijaga.
“Perbedaan pendapat dan tantangan yang muncul belakangan ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi kita untuk terpecah belah. Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi momentum untuk saling memahami dan bekerja sama demi kemajuan bersama,” ujar Dato’ Mohd Zaki. Jum’at (09/01/2026)
Beliau juga menyoroti bahwa di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, menjaga keharmonisan adalah cara terbaik untuk melestarikan nilai-nilai tradisi dan warisan budaya Melayu. Dengan menjauhkan diri dari perselisihan, masyarakat akan memiliki ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan eksternal.
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh beliau meliputi:
- Dialog dan Musyawarah: Mengedepankan komunikasi untuk menyelesaikan setiap persoalan.
- Toleransi dan Solidaritas: Menumbuhkan rasa saling menghormati antarindividu dan kelompok.
- Kolektivitas: Mengutamakan kepentingan besar wangsa Melayu di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Menutup sambutannya, Dato’ Mohd Zaki menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat hingga generasi muda, untuk mempraktikkan nilai-nilai solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap masyarakat Melayu di Batu Bara dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal kerukunan dan kemajuan kolektif. (Red)

