BATU BARA | BATUBARAPOS.com,- Sekitar 70 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum mengikuti Dialog Publik Pemuda Batu Bara yang diselenggarakan Kelompok Pemuda Kreatif Sosial (KUTUNG KATANG), Jumat (3/7/2026), di Ulung Coffe, depan Gerbang Tol Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

Mengusung tema “Peluang Kerja di Tengah Kawasan Industri: Sudah Siap Bersaing?” dengan tagline “Suara Kita, Solusi Bersama”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batu Bara untuk membahas peluang kerja, peningkatan kompetensi, serta kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi pesatnya perkembangan kawasan industri.
Acara diawali dengan pembukaan oleh moderator, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Ketua KUTUNG KATANG, dilanjutkan dialog publik, sesi tanya jawab interaktif, penyampaian kesimpulan, foto bersama, dan ramah tamah.
Hadir sebagai narasumber Zakaria Matogu, S.Sos, selaku Kabid Pelatihan, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakerperindag Kabupaten Batu Bara, serta Zaharuddin, S.M., selaku Pengelola Program dan Kegiatan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakerperindag Kabupaten Batu Bara. Kegiatan ini juga menghadirkan Abdul Manaf, S.H., M.H. sebagai motivator yang memberikan dorongan kepada para peserta agar terus meningkatkan kompetensi dan mentalitas dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Dalam wawancara dengan awak media, Sekretaris KUTUNG KATANG, Wahyu Arkan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi untuk menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dengan pemerintah melalui dialog yang terbuka, edukatif, dan berorientasi pada solusi.
“KUTUNG KATANG ingin menjadi rumah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan mendapatkan informasi secara langsung dari pemerintah. Kami percaya persoalan-persoalan di tengah masyarakat akan lebih mudah diselesaikan apabila ada ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.”
Menurutnya, perkembangan kawasan industri di Kabupaten Batu Bara harus menjadi peluang yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal.
“Kabupaten Batu Bara berkembang sangat pesat sebagai kawasan industri.
Pertanyaannya, apakah pemuda kita sudah siap mengambil peluang itu? Melalui dialog ini kami ingin membuka wawasan, meningkatkan semangat, sekaligus menghadirkan solusi agar generasi muda memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.”
Ia menambahkan, KUTUNG KATANG akan terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya menjadi organisasi yang sekadar berkumpul. Kami ingin menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, menghadirkan ruang diskusi yang produktif, serta ikut mendorong lahirnya kebijakan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Batu Bara.”
Dalam dialog tersebut, para narasumber memaparkan kondisi peluang kerja di Kabupaten Batu Bara, kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, strategi peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, berbagai program pelatihan yang diselenggarakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), hingga kiat-kiat agar generasi muda mampu bersaing di dunia industri.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan, gagasan, hingga berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mencari pekerjaan.
Namun demikian, terdapat satu hal yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Meski panitia telah mengundang sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Batu Bara, tidak satu pun perwakilan perusahaan hadir untuk berdialog bersama masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wahyu Arkan mengaku menyayangkan absennya pihak perusahaan dalam forum yang secara khusus membahas peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Kami sengaja mengundang perusahaan agar masyarakat bisa berdialog secara langsung. Forum ini bukan untuk menyalahkan atau mencari kesalahan siapa pun, tetapi menjadi ruang komunikasi untuk mencari solusi bersama terkait peluang kerja bagi putra-putri daerah. Sangat disayangkan, kesempatan yang baik ini belum dimanfaatkan.”
Menurutnya, perusahaan memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kebutuhan tenaga kerja, kualifikasi yang dibutuhkan, hingga peluang karier di kawasan industri.
“Banyak pemuda yang ingin mengetahui apa saja kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan lebih baik jika dijawab langsung oleh pihak perusahaan. Kami berharap pada dialog berikutnya perusahaan dapat hadir, karena membangun kawasan industri tidak cukup hanya dengan investasi, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.”
Melalui kegiatan ini, KUTUNG KATANG berharap komunikasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga kawasan industri benar-benar memberikan manfaat bagi putra-putri daerah.
Dialog publik ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator, foto bersama seluruh peserta dan narasumber, serta networking sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarorganisasi kepemudaan, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan semangat “Suara Kita, Solusi Bersama”, KUTUNG KATANG berkomitmen menjadikan dialog publik sebagai agenda berkelanjutan dalam membangun budaya diskusi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha demi kemajuan Kabupaten Batu Bara. (Red)

