BATUBARAPOS.com, BATU BARA | Kekecewaan mendalam menyelimuti masyarakat Dusun Tangkahan dan Dusun Teluk Baru, Desa Medang, Kecamatan Medang Deras. Bayangkan saja, sengketa tanah yang sudah berlarut hampir enam tahun lamanya tak kunjung mendapat kepastian.
Alih-alih mendapat solusi, warga justru merasa diabaikan oleh Kepala Desa Medang yang seakan menutup mata. Rasa muak inilah yang akhirnya memaksa masyarakat membawa persoalan itu ke meja musyawarah di Kantor Camat Medang Deras, Kamis (02/10/25). Dilansir deri telusursumut.com
Pertemuan dipimpin langsung Camat Medang Deras, Syahrizal, S.H., serta dihadiri jajaran Polsek Medang Deras.
Dalam forum, nada kecewa masyarakat jelas terdengar. Kepala Desa dinilai tak serius, bahkan cenderung “cuci tangan” terhadap sengketa tanah yang menjadi sumber keresahan bertahun-tahun.
“Sudah hampir enam tahun masalah ini berlarut, tapi tidak ada kepastian. Kami masyarakat hanya ingin keadilan,” tegas Abdi
Ikhsan Saragi, salah satu perwakilan warga.
Camat Syahrizal mencoba meredam emosi warga dengan mengingatkan pentingnya musyawarah. “Kita harus tetap tenang, menjaga kondusifitas, dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak,” ujarnya diplomatis.
Sementara pihak kepolisian menegaskan siap mengawal jalannya proses agar tidak menimbulkan konflik horizontal.
Namun begitu, masyarakat tetap berharap suara mereka tidak lagi dipandang sebelah mata. Mereka menuntut pemerintah desa, kecamatan, hingga aparat penegak hukum benar-benar tegas dan berpihak pada kebenaran, bukan malah membiarkan masalah ini berlarut-larut seperti tahun-tahun sebelumnya.
Warga kini menunggu: apakah enam tahun penderitaan mereka akan benar-benar berakhir, atau lagi-lagi hanya jadi catatan panjang penuh janji tanpa realisasi. (Red)

