BATU BARA | BATUBARAPOS.com,- Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medang Deras, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, angkat bicara terkait pemberitaan mengenai pelaksanaan kegiatan dan durasi kerja relawan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Klarifikasi ini disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai pola kerja, pembagian tugas hingga proses pengolahan makanan di dapur SPPG Medang Deras.
Kepala SPPG Medang Deras, Suib, menyampaikan apresiasi atas setiap kritik dan masukan yang disampaikan. Menurutnya, perhatian dari masyarakat maupun relawan justru menjadi bagian penting dalam melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan perhatian. Setiap masukan dari relawan dan masyarakat akan kami jadikan evaluasi untuk meningkatkan pola kerja, pembagian tugas, dan koordinasi di dapur SPPG,” ujar Suib, Selasa (25/8/2026). Dalam keterangan tertulisnya.
Tegaskan Tidak Ada Relawan Bekerja 14 Jam
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemberitaan sebelumnya adalah informasi mengenai lamanya proses persiapan makanan yang disebut mencapai 14 jam.
Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG Medang Deras menegaskan bahwa seluruh tahapan produksi telah mengacu pada petunjuk teknis Badan Gizi Nasional. Durasi kerja disesuaikan dengan kebutuhan operasional, jumlah penerima manfaat, dan standar operasional yang berlaku.
“Tidak ada jam kerja relawan yang sampai 14 jam. Setiap relawan memiliki jadwal dan penempatan tugas. Kesehatan dan kenyamanan relawan menjadi perhatian kami. Apabila merasa lelah dapat beristirahat, dan jika kondisi kesehatan kurang baik dipersilakan untuk pulang,” jelasnya.
Penjelasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di SPPG tidak menerapkan pola kerja yang memaksakan relawan bekerja dalam waktu panjang tanpa memperhatikan kondisi mereka.
Kualitas dan Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Tak hanya persoalan durasi kerja, kualitas makanan yang diproduksi untuk penerima manfaat juga menjadi perhatian SPPG Medang Deras.
Suib memastikan seluruh proses pengolahan dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan pangan. Setiap menu dimasak sesuai waktu yang ditentukan dan dilakukan uji organoleptik sebelum makanan didistribusikan.
“Kami berkomitmen menjaga mutu, kebersihan, dan keamanan makanan. Sebelum distribusi, seluruh makanan dicek kembali untuk memastikan layak konsumsi,” tambahnya.
Menurut pihak SPPG, tahapan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan makanan yang sampai kepada penerima manfaat berada dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.
Terbuka untuk Evaluasi
SPPG Medang Deras juga menegaskan keterbukaannya terhadap evaluasi dan pengawasan dari instansi terkait. Pihak pengelola menyatakan akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sistem kerja maupun koordinasi di lapangan.
Bagi pengelola SPPG Medang Deras, keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada proses penyediaan makanan, tetapi juga membutuhkan kerja sama dan komunikasi yang baik antara relawan, pengelola, masyarakat serta seluruh pihak terkait.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung program ini dengan informasi yang berimbang, agar tujuan memberikan gizi terbaik bagi penerima manfaat dapat tercapai,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, SPPG Medang Deras berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara optimal, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat di Kabupaten Batu Bara. (Red)

