JAKARTA | BATUBARAPOS.com,-Â Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan mengambil langkah tegas dengan meminta data kader yang diduga terlibat dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 553/EX/DPP/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, yang ditujukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang. Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Komarudin Watubun.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi internal partai yang sebelumnya meminta seluruh kader agar tidak memiliki atau mengelola SPPG dalam Program MBG.
Dalam surat tersebut, DPP PDIP menyebut permintaan data dilakukan menyusul berkembangnya informasi mengenai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG yang saat ini disebut sedang dalam proses penegakan hukum oleh aparat berwenang.
Karena itu, partai memandang perlu melakukan klarifikasi dan verifikasi internal terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kader PDIP.
Adapun data yang diminta kepada Badan Gizi Nasional meliputi:
- Nama individu, badan usaha, yayasan, koperasi, maupun pihak lain yang diduga memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan kader PDIP pada unsur struktural, legislatif, maupun eksekutif.
- Bentuk keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam pelaksanaan Program MBG.
- Data pendukung lain yang relevan untuk kepentingan klarifikasi dan penegakan disiplin organisasi.
- Informasi yang diberikan akan digunakan khusus untuk kepentingan internal partai dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam penutup suratnya, DPP PDIP menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kerja sama Badan Gizi Nasional dalam memenuhi permohonan tersebut.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa PDIP tengah memperketat pengawasan internal terhadap kader yang diduga memiliki keterlibatan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, terutama di tengah mencuatnya isu dugaan penyimpangan yang kini menjadi perhatian publik. (Red)
Sumber : Cnnindonesia.com

