Aktivis Tanjungbalai Soroti Penangkapan ± 36 Pelaku “Pelodes”, Minta Bandar Segera Ditangkap

Date:

TANJUNG BALAI | BATUBARAPOS.com,  Aktivis Kota Tanjung Balai, Safrilla Sitorus, menanggapi penangkapan 36 orang pelaku penipuan daring (online) atau yang dikenal masyarakat dengan istilah “pelodes” di wilayah Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara oleh pihak kepolisian.

Safrilla menyebut penangkapan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam upaya memberantas praktik penipuan yang selama ini meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Tanjung Balai. Menurutnya, aktivitas pelodes tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga menciptakan keresahan sosial dan merusak citra daerah.

“Banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan merasa sakit hati karena uang yang mereka kumpulkan dengan susah payah justru hilang akibat praktik seperti ini. Ada korban yang kehilangan tabungan, ada juga yang mengalami tekanan mental karena merasa dibohongi. Karena itu, praktik pelodes harus benar-benar diberantas,” ujar Safrilla Sitorus.

Ia juga menilai kasus penipuan daring telah membuat sebagian masyarakat kehilangan rasa percaya terhadap transaksi online dan hubungan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, dampak dari praktik tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat kecil.

“Kami tentu bersyukur karena penangkapan ini menunjukkan bahwa praktik pelodes mulai ditindak. Namun persoalan ini belum selesai, sebab bandar atau otak utama dari jaringan tersebut masih ada yang masuk daftar pencarian orang (DPO),” lanjutnya.

Safrilla meminta aparat penegak hukum agar tidak berhenti hanya pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga memburu pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan penipuan tersebut. Menurutnya, bandar pelodes memiliki peran besar dalam menjalankan praktik kejahatan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

“Bandar atau kepala lodes yang masih DPO harus segera ditangkap. Jangan sampai masyarakat menilai penanganan kasus ini hanya menyentuh pelaku kecil, sementara aktor utama masih bebas,” tegasnya.

Safrilla juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan daring (online) yang terus berkembang. Ia berharap kasus ini menjadi momentum untuk membersihkan Kota Tanjung Balai dari praktik-praktik penipuan yang meresahkan masyarakat dan merugikan banyak pihak.

Penulis : Putri Dwi Kusuma 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perkuat Legalitas dan Sinergi Daerah, IKPM Sumatera Selatan DIY Dukung Penguatan Mahasiswa Perantauan

PALEMBANG | BATUBARAPOS.com, Komitmen dalam memperkuat eksistensi organisasi mahasiswa...

IN-Journal Chapter 1 Berhasil Digelar, Angkat Tema Keberlanjutan dan Inovasi Sosial

JAKARTA | BATUBARAPOS.com, -  Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali...

INALUM dan Pemkab Humbang Hasundutan Perkuat Garda Terdepan Pencegahan Karhutla Melalui Pemberdayaan Masyarakat

PARITOHAN | BATUBARAPOS.com, –PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama...

INALUM Serahkan Bantuan TJSL untuk DorongPembangunan Berkelanjutan di Samosir

SAMOSIR| BATUBARAPOS.com,  PT Indonesia Asahan Aluminium(INALUM) kembali menegaskan komitmennya...