Kolaborasi INALUM dan PJT I untuk Konservasi Air, Hutan, dan Masa Depan Danau Toba

Date:

TOBA | BATUBARAPOS, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus menjalankan program strategis konservasi alam di Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta I (PJT I), langkah ini menegaskan komitmen INALUM dalam mendukung kelestarian DTA Danau Toba sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebermanfaatan perusahaan bagi masyarakat dan Indonesia.

Berbagai program konservasi telah dilaksanakan, meliputi pembangunan biopori, sumur resapan dan sumur injeksi, pembibitan dan penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung keberlanjutan sumber daya air dan hutan di kawasan Danau Toba.

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM, Sunarno A. Rakino, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Bagi INALUM, Danau Toba bukan hanya bentang alam, tetapi juga sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Melalui program konservasi ini, kami berupaya menghadirkan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat serta para pemangku kepentingan. Kami percaya, kolaborasi yang kuat akan menjadikan upaya pelestarian Danau Toba sebagai komitmen bersama untuk masa depan Sumatera Utara dan Indonesia,” ujar Sunarno. (1501/2026)

Sepanjang tahun 2025, INALUM bersama mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan konservasi strategis di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Upaya ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, dibangun 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara untuk meningkatkan daya serap air tanah serta mengurangi limpasan permukaan.
INALUM juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif dalam menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.

Di bidang edukasi lingkungan, program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, meliputi wilayah Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Program ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini.


Untuk mendukung rehabilitasi lahan secara berkelanjutan, INALUM membangun tiga unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan kapasitas 50.000 bibit per tahun serta Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, INALUM melaksanakan sosialisasi pencegahan kebakaran melalui pembentukan dan pelatihan 18 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo, dan Samosir hingga tahun 2025.

Program penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama konservasi dengan total 1.050 pohon yang ditanam di berbagai lokasi prioritas di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini mencakup area seluas lebih dari 1.400 hektare dan bertujuan memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, serta menjaga kualitas air danau.
Jenis tanaman dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti untuk menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperluas tutupan hijau di wilayah DTA Danau Toba. Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif INALUM dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

Program konservasi INALUM merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Melalui pendekatan yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, INALUM memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak nyata dalam mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumatera Utara dan Indonesia. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ketua IMABARA Medan Tantang Polres Batu Bara: Jangan Tebang Pilih, Tangkap Seluruh Bandar Besar

BATU BARA | BATUBARAPOS – Ketua Ikatan Mahasiswa Batu...

Bupati Batu Bara Hadiri Rapat Klarifikasi Fasilitas Pengembangan Proyek KPBU APJ

JAKARTA | BATUBARAPOS, - Bupati Batu Bara H. Baharuddin...

Perkuat Sinergi Pembangunan, Bupati Batu Bara Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

BOGOR | BATUBARAPOS,- Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian,...

Tasya Aulia Raih TOP 12 Duta Muda Puteri Sumatera Utara 2026

BATU BARA | BATUBARAPOS, - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...