BATU BARA | BATUBARAPOS,- Kepedulian terhadap lingkungan kini semakin terasa di tengah masyarakat melalui kegiatan penukaran sembako bagi nasabah Bank Sampah Berseri Binaan Inalum (Kuta) yang dilaksanakan pada 10–11 Maret 2026 di Jalan Ahmad Bakri Alam Syah (Jalan Sentosa), Desa Kuala Tanjung, Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Para nasabah bank sampah dapat menukarkan tabungan sampah mereka dengan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak makan, gula pasir, telur ayam, mie instan, sirup, sabun mandi hingga cairan pembersih dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

Di balik keberhasilan dan berkembangnya Bank Sampah Berseri, terdapat sosok Pria yang berumur 40 Tahun, menjadi inspiratif, yaitu Dedi Syahputera, yang akrab disapa Ok Untung. Ia merupakan putra asli Desa Kuala Tanjung Dsn I Pematang Sijago, sekaligus pendiri Bank Sampah Berseri yang kini menjadi salah satu program binaan PT Inalum.

Berkat dedikasi dan kontribusinya dalam menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, Bang Untung juga salah satu orang yang mendapat penghargaan sebagai “Pemuda Inspiratif” dari PT Inalum, sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh masyarakat yang memberikan dampak positif dan perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Di bawah komando Bang Untung, Bank Sampah Berseri tidak hanya menjadi tempat menabung sampah, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui pendekatan yang sederhana namun penuh semangat, Bang Untung berhasil mengubah pola pikir masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
“Harapan kami sederhana, bagaimana masyarakat bisa menjaga lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat dari sampah yang mereka kelola,” ujar Bang Untung. Rabu (11/03/2026)
Perjalanan membangun kesadaran masyarakat tentu bukan hal yang mudah. Namun dengan kegigihan dan semangat pengabdian, Bang Untung terus mengajak warga untuk bersama-sama menjadikan kebersihan sebagai budaya.
Kini, gerakan yang dimulai dari kepedulian seorang putra daerah tersebut mulai membuahkan hasil. Lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah, dan nilai ekonomi dari sampah pun mulai dirasakan.
Dengan dukungan PT Inalum, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Bank Sampah Berseri diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.
Kisah Bang Untung membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dari kepedulian terhadap lingkungan, lahirlah gerakan yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Dari Desa Kuala Tanjung untuk lingkungan yang lebih bersih, Bang Untung membuktikan bahwa sampah bisa menjadi berkah bagi masyarakat. (Red)

