BANDA ACEH | BATUBARAPOS, – Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara (IMARSU) menyatakan status darurat kemanusiaan bagi mahasiswa asal Sumatera Utara yang terdampak banjir di sejumlah daerah Aceh. Ketua Umum IMARSU, Muhammad Alfajri Marpaung, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk segera mengirimkan bantuan darurat dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi mahasiswa perantau.

Menurut hasil peninjauan IMARSU, mahasiswa Sumut yang berada di Lhokseumawe, Langsa, Takengon, dan Aceh Tamiang mengalami kekurangan bahan pangan dan pakaian layak pasca-banjir yang melanda wilayah tersebut.
Alfajri Marpaung menyebut kondisi ini mengkhawatirkan karena sebagian mahasiswa kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dan tidak mendapatkan bantuan memadai.
“Ini bukan lagi soal bantuan biasa, ini soal kedaruratan pangan dan sandang. Rekan-rekan kami di sejumlah daerah Aceh merasa terlantar dan terabaikan sepenuhnya oleh pemerintah daerah setempat maupun Pemprov Sumut,” ujar Alfajri.
“Kami adalah aset Sumut yang sedang menuntut ilmu. Kami menuntut Pemprov Sumut untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan anak-anaknya sendiri.”
IMARSU mendesak Pemprov Sumut mengaktifkan mekanisme bantuan darurat dan segera mengirimkan tim serta logistik ke lokasi terdampak. Bantuan yang dibutuhkan meliputi makanan siap saji, bahan pokok, obat-obatan, serta pakaian layak pakai.
Alfajri menilai lambatnya respons pemerintah provinsi merupakan bentuk kelalaian moral dan berharap tindakan nyata segera dilakukan untuk menjamin keselamatan serta keberlangsungan studi mahasiswa Sumut yang berada di Aceh.
Selain mendesak pemerintah, IMARSU juga mengajak seluruh mahasiswa asal Sumut di berbagai daerah untuk bersatu dalam aksi solidaritas membantu rekan-rekan yang menjadi korban banjir.
IMARSU menegaskan bahwa penanganan cepat sangat dibutuhkan mengingat kondisi mahasiswa yang semakin terdesak akibat keterbatasan logistik.
Penulis : Putri Dwi Kusuma

