YOGYAKARTA | BATUBARAPOS.com, – Kecintaan terhadap budaya daerah membawa Govind Marbun, putra asal Samosir, Sumatera Utara, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dari Program Studi Etnomusikologi itu sukses membawa dan memperkenalkan musik tradisional Batak, khususnya Gondang Batak, hingga ke panggung Istana Presiden.
Pada 2025 lalu, Govind telah tampil membawa Gondang Batak ke Istana Presiden di Jakarta. Tahun ini, semangat tersebut kembali ia lanjutkan dengan membawa nuansa musik Batak ke Istana Presiden di Yogyakarta dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Bagi Govind, tampil di panggung nasional bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya tidak pernah menyangka bisa sampai ke panggung ini dan saya sangat senang bisa berada di panggung ini,” tutur Govind.
Dalam perayaan HUT RI ke-81, Govind membawakan sejumlah lagu dan instrumental Batak bersama rekan-rekan musisinya yang juga merupakan mahasiswa asal Sumatera Utara yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Perjalanan Govind tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya di bidang Etnomusikologi. Kampus ISI Yogyakarta dikenal sebagai salah satu ruang pendidikan seni yang melahirkan banyak seniman, budayawan, dan tokoh kreatif nasional. Dari lingkungan tersebut, Govind terus mengembangkan kemampuannya sekaligus memperkuat kecintaannya terhadap musik dan budaya Batak.
Dari Samosir, Menembus Panggung Nasional
Sebagai putra daerah Samosir, Govind memiliki kepedulian yang kuat terhadap budaya leluhurnya. Ia tidak ingin budaya Batak hanya dikenal oleh masyarakat Batak sendiri, tetapi juga dapat dinikmati dan dipahami oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Meski telah berhasil tampil di Istana Presiden, Govind mengaku masih memiliki harapan besar untuk membawa alat musik dan kesenian yang ia tekuni kembali ke kampung halamannya di Sumatera Utara.
Baginya, pencapaian di tingkat nasional justru menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan sesuatu bagi daerah asalnya.
Perkenalkan Budaya Batak Lewat Media Sosial
Tidak hanya aktif sebagai musisi, Govind juga dikenal sebagai konten kreator berbasis budaya. Melalui media sosial, ia secara konsisten memperkenalkan alat musik, musik tradisional, serta berbagai sisi kebudayaan Batak kepada generasi muda.
Langkah tersebut menjadi salah satu cara Govind menjembatani budaya tradisional dengan perkembangan zaman. Ia menunjukkan bahwa budaya daerah tetap bisa dikemas secara kreatif dan menarik tanpa kehilangan identitas aslinya.
Apa yang dilakukan Govind menjadi contoh bahwa anak muda yang merantau dan menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman tetap dapat membawa identitas budayanya.
Dari Samosir ke Yogyakarta, dari panggung budaya hingga Istana Presiden, perjalanan Govind Marbun membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah dapat menjadi jalan untuk membawa nama daerah ke panggung nasional.
Kisah Govind juga menjadi pesan bagi generasi muda Indonesia: merantau bukan berarti meninggalkan budaya. Justru dari tanah perantauan, identitas dan kekayaan budaya daerah dapat diperkenalkan semakin luas hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Putri Dwi Kusuma

