BATU BARA | BATUBARAPOS.com,- Warga Dusun Mesjid, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, dihebohkan dengan dugaan tindak pencurian dua ban sepeda motor milik seorang jemaah saat pelaksanaan Salat Jumat di halaman Masjid Al Muallim, Jumat (31/7/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah oleh akun Julang Ndn. Dalam unggahan itu disebutkan, kejadian diketahui sekitar pukul 13.15 WIB, sesaat setelah Salat Jumat usai.
Korban diketahui bernama Hamdan (20), seorang lajang yang merupakan anak dari almarhum Boyamin. Saat itu, Hamdan memarkirkan sepeda motor Honda CB150R miliknya di halaman masjid untuk mengikuti ibadah. Namun, ketika hendak pulang, ia mendapati ban depan dan ban belakang beserta peleknya telah hilang diduga dicuri oleh orang yang tidak dikenal.
Kepala Desa Lalang membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Korban Hamdan (20), lajang, anak dari almarhum Boyamin. Yang hilang ban depan dan belakang,” ujar Kepala Desa Lalang saat dikonfirmasi.
Ia juga mengimbau seluruh pemilik bengkel maupun agen penjual suku cadang agar tidak membeli barang yang asal-usulnya tidak jelas.
“Kami mengimbau kepada seluruh pemilik bengkel maupun agen penjual suku cadang agar tidak membeli barang yang asal-usulnya tidak jelas. Bisa jadi barang tersebut merupakan hasil tindak pencurian. Kami juga berharap kejadian hilangnya ban dan pelek depan-belakang sepeda motor yang terjadi saat Salat Jumat ini tidak terulang lagi. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kepala Desa Lalang.
Unggahan mengenai kejadian tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Salah satunya datang dari akun Isma Rullah yang menyoroti kondisi keamanan di tengah masyarakat.
“Negeri ini seperti tak ada hukum, aparat tak lagi bisa dihandalkan karena banyak kali tugas mereka yang bukan tupoksinya. Masyarakat juga seperti kehilangan sensitivitas, tak lagi peduli, semua pada pura-pura tak melihat apalagi buka mulut, karena gak ada gunanya. Rasanya perlu juga dibuat norma masyarakat setempat tanpa harus menunggu aparat bertindak terlalu prosedural,” tulisnya.
Sementara itu, akun Chairul Irul turut menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut.
“Astafirullah, tak dapat keretanya, bannya pun jadilah dicabut,” tulisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pencurian tersebut maupun informasi mengenai laporan yang telah diterima. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat memarkirkan kendaraan di tempat umum, terutama saat ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama. Warga yang memiliki informasi terkait dugaan pencurian tersebut diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan. (Red)

